Pages

Text

.

Senin, 02 Februari 2015



MEMBER PAYUNG TEDUH


Mohammad Istiqamah Djamad

Lahir di Makassar, 24 Januari 1984. Apakah telah memainkan musik sejak ia masih kecil. Dia kuliah di PNJ-UI jurusan Teknik Elektro tetapi tidak lulus. Ia kemudian mendapat beasiswa dari Yamaha Master Course Academy untuk belajar di sana sampai ia lulus. Apakah sekarang menjadi instruktur vokal serta instruktur gitar di Yamaha ketika sedang aktif di Pagupon teater dan drama. Dia juga mengajarkan akting, menari, musik, dan vokal selama 28 siswa SMA serta mengarahkan pertunjukan drama tahunan untuk mereka. Adalah gaya musik sangat dipengaruhi oleh kue, Antonio Carlos Jobim, dan Chris Cornell. Dia bermain sepak bola, basket, berenang, dan juga penggemar berat mie instan.


 Comi Aziz Kariko

Lahir pada 24 Februari 1984. Comi-nya anak-anak nama-adalah alumnus Bina Nusantara UniversityUniversity Indonesia. Sementara belajar di UI, Comi juga aktif di Teater Pagupon sebagai musisi pendukung di mana dia bertemu Is. Setelah menyelesaikan gelar masternya, Comi kembali ke Universitas pertamanya untuk menjadi dosen di sana dan telah mengajar bahasa Inggris di Binus sejak itu. Ketika ia tidak memberikan ceramah di kelas, dia mengisi waktu luangnya sebagai instruktur bass di Willy Sumantri Music School. Comi adalah penggemar dari Brasil jiu-jitsu dan praktek secara teratur di sebuah dojo lokal di dekat rumahnya. Dia bermain basket bersama Is dan juga telah VideoGamer hardcore sejak ia masih kecil. jurusan Sastra Inggris.


 Ivan Penwyn

Lahir pada 31 Desember 1985 Seorang mantan mahasiswa Universitas Indonesia jurusan pada Filsafat, Ivan adalah shyest personel Payung Teduh



Alejandro Saksakame

Lahir 2 April 1984, Cito adalah julukannya. Dia mencintai binatang, sebaiknya reptil seperti ular dan dinosaurus (jika mereka tidak punah). Dia memiliki pengetahuan lebih tentang kerajaan hewan selain tentang musik. Perjalanannya dengan Payung Teduh dimulai ketika ia bertemu Is pada tahun 2002, di mana mereka membentuk sebuah band untuk beberapa waktu. Saat Cito adalah mahasiswa Universitas Padjajaran dan juga desainer grafis. Dia penggemar berat band rock progresif Dream Theater (bertentangan dengan cara dia bermain di Payung Teduh) yang menyebabkan dia untuk membentuk band rock progresif dengan Is bersama dengan beberapa teman-teman lain yang disebut Mirror. Ia berpikir bahwa tantangan terbesar dalam bermain musik adalah ketika ia harus menyesuaikan gaya nya drum dengan Payung Teduh.

MAAF JIKA ADA DATA YANG SALAH :)



BIOGRAPHY







Payung Teduh lahir dari dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemusik di Teater Pagupon yang senang nongkrong bersama di kantin FIB (Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia,  mereka adalah Is dan Comi  yang senang bermain musik bersama di kantin, selasar gedung kampus, tepi danau hingga event – event di luar kampus. Secara tidak sadar kebersamaan mereka dalam bermain musik telah menguatkan karakter bermusik mereka dan telah disadari bagi orang-orang sekitar yang sering menyaksikan mereka bermain musik bersama. 
Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is dan Comi, sadar akan eksplorasi bunyi dan performa panggung pada tahun 2008 Payung teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagaiguitalele player pada tahun 2010. Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo sepertiResah, Cerita Tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudulTidurlah dan Malam. Dan pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis dipenghujung 2010. Musik yang dimainkan oleh Payung Teduh  tidak memiliki batasan tersendiri,  musik yang dimainkan oleh Payung Teduh yaitu musik Payung Teduh itu sendiri. Pada album pertama ini bisa dibilang karakter musik yang dibawakan seperti musik di era golden60’s dengan  balutan keroncong dan jazz. Dan jika ditanya jenis musik apa yang diusung oleh Payung Teduh, maka Payung Teduh menyerahkan sepenuhnya kepada pendengar. Dalam pengertian bahwa payung teduh tidak akan hanya berhenti di satu gendre tertentu, namun yang pasti tetap bermusik dengan ciri yang sudah mereka miliki.

 

Blogger news

Blogroll

About